penyakit mata

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris ...

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Here's an mp3 file that was uploaded as an attachment: Juan Manuel Fangio by Yue And here's a link to an external mp3 file: Acclimate by General Fuzz Both are CC licensed. Lorem ...

Some block quote tests: Here's a one line quote. This part isn't quoted. Here's a much longer quote: Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. In dapibus. In pretium pede. Donec ...

ea

Featured Posts

shafiyyah binti abdul muththalibShafiyyah Binti Abdul MuththalibShafiyyah fasih dalam lisannya dan beliau juga ahli bahasa. Tidak hanya itu saja Shafiyyah sosok ibu yang tangguh, beliau merawat dan membesarkan putranya sendiri semenjak suaminya wafat.....

Readmore

asiyah, wanita yang ditampakkan surga untuknyaAsiyah, Wanita yang Ditampakkan Surga UntuknyaIman yang berangkat dari hati yang tulus, apapun yang menimpanya tidak sebanding dengan harapan atas apa yang dijanjikan di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala. Maka Allah pun tidak menyia-nyiakan keteguhan iman wanita ini. Ketika Fir’aun dan algojonya meninggalkan Asiyah, para malaikat pun datang menaunginya....

Readmore

fathimah binti al-yamanFathimah binti Al-YamanAl-Hasan dan Al-Husain dinamakan anak Fathimah-Fathimah, karena ibu keduanya ialah Fathimah Az-Zahra', nenek keduanya adalah Fathimah binti Asad, dan nenek Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dari jalur ayah beliau ialah Fathimah binti Abdullah bin Amr bin Imran bin Makhzum....

Readmore

ummu fadhlUmmu Fadhl Fadhl Rodhiallahu 'anha masuk Islam sebelum hijrah, beliau adalah wanita pertama yang masuk Islam setelah Khadijah (Ummul Mukminin Rodhiallahu 'anha) sebagaimana yang dituturkan oleh putra beliau Abdullah bin Abbas Rodhiallahu 'anhu, "Aku dan Ibuku adalah termasuk orang-orang yang tertindas dari wanita dan anak-anak....

Readmore

ummu haram binti malhanUmmu Haram Binti MalhanUmmu Haram berangan-angan untuk dapat menyertai peperangan bersama mujahidin yang menaiki kapal untuk menyebarkan dakwah dan membebaskan manusia dari peribadatan kepada sesama hamba menuju peribadatan kepada Allah saja. Akhirnya Allah mengabulkan angan-angannya dan mewujudkan cita-citanya....

Readmore

rss
1 2 3 4 5

Konjungtivitis adalah peradangan selaput bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Peradangan tersebut menyebabkan timbulnya berbagai macam gejala, salah satunya adalah mata merah.

Konjungtivitis dapat disebabkan oleh virus, bakteri, alergi, atau kontak dengan benda asing, misalnya kontak lensa.

Konjungtivitis virus biasanya mengenai satu mata. Pada konjungtivitis ini, mata sangat berair. Kotoran mata ada, namun biasanya sedikit.

Konjungtivitis bakteri biasanya mengenai kedua mata. Ciri khasnya adalah keluar kotoran mata dalam jumlah banyak, berwarna kuning kehijauan.

Konjungtivitis alergi juga mengenai kedua mata. Tandanya, selain mata berwarna merah, mata juga akan terasa gatal. Gatal ini juga seringkali dirasakan dihidung. Produksi air mata juga berlebihan sehingga mata sangat berair.

Konjungtivitis papiler raksasa adalah konjungtivitis yang disebabkan oleh intoleransi mata terhadap lensa kontak. Biasanya mengenai kedua mata, terasa gatal, banyak kotoran mata, air mata berlebih, dan kadang muncul benjolan di kelopak mata.

Konjungtivitis virus biasanya tidak diobati, karena akan sembuh sendiri dalam beberapa hari. Walaupun demikian, beberapa dokter tetap akan memberikan larutan astringen agar mata senantiasa bersih sehingga infeksi sekunder oleh bakteri tidak terjadi dan air mata buatan untuk mengatasi kekeringan dan rasa tidak nyaman di mata.

Obat tetes atau salep antibiotik biasanya digunakan untuk mengobati konjungtivitis bakteri. Antibiotik minum juga sering digunakan jika ada infeksi di bagian tubuh lain. Pada konjungtivitis bakteri atau virus, dapat dilakukan kompres hangat di daerah mata untuk meringankan gejala.

Tablet atau tetes mata antihistamin cocok diberikan pada konjungtivitis alergi. Selain itu, air mata buatan juga dapat diberikan agar mata terasa lebih nyaman, sekaligus melindungi mata dari paparan alergen, atau mengencerkan alergen yang ada di lapisan air mata.

Untuk konjungtivitis papiler raksasa, pengobatan utama adalah menghentikan paparan dengan benda yang diduga sebagai penyebab, misalnya berhenti menggunakan lensa kontak. Selain itu dapat diberikan tetes mata yang berfungsi untuk mengurangi peradangan dan rasa gatal di mata.

Pada dasarnya konjungtivitis adalah penyakit ringan, namun pada beberapa kasus dapat berlanjut menjadi penyakit yang serius. Untuk itu tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter mata jika terkena konjungtivitis.

Continue

mata merah (Acute Hemorrhagic Conjunctivitis/AHC) tak bisa dianggap sepele. Mata merah tidak akan menular melalui tatapan. Oleh karena itu pemakaian kacamata hitam saat sedang menderita mata merah sebenarnya tidak produktif.
Penyakit ini justru menular melalui sentuhan. Misalnya, penderita mengucek mata dengan tangannya, lalu memegang benda lain dan memaparkan kuman yang hidup, kemudian orang berikutnya memegang benda yang sama dan tidak mencuci tangan, hingga kemudian memegang matanya sendiri dan tertular.
berikut adalah kiat yang diberikan Jakarta Eye Center (JEC)
Untuk non penderita yang berada dalam lingkungan yang sama dengan pengidap AHC
1. Jaga kebugaran tubuh, karena penyakit ini seperti flu; sangat mudah menyerang penderita yang sedang dalam kondisi tidak fit.
2. Cuci tangan dengan bersih. Anda bisa saja harus meneteskan obat mata pada anak Anda yang sedang mengalami mata merah, atau merangkul lengan anak Anda ketika dia baru saja menempelkan tangannya yang terpapar kuman setelah selesai mengucek mata yang gatal, atau bahkan memegang pipi anak Anda saat menyusui bayi Anda yang terkena mata merah. Cuci tangan akan memutus rantai hidup kuman ini.
3. Udara AC dalam ruangan tertutup tidak menularkan mata merah. Karena itu tidak perlu menggunakan kacamata tambahan apabila ada orang-orang dekat Anda yang terkena mata merah. Sentuhan jauh lebih berbahaya.
4. Jika mata merah menyerang Anda tidak perlu panik. Anda cukup berhati-hati bersentuhan dengan si penderita dan periksakan diri ke dokter mata jika sudah terjadi lebih dari 3 (tiga) hari.
Untuk penderita AHC 1. Jangan gunakan handuk, bantal, alat mandi, alat tulis atau mainan yang sama dengan penderita mata merah.
2. Jika Anda terserang AHC pada kedua mata dan ingin mengompres mata Anda dengan air hangat untuk menguasai rasa gatalnya, sediakan 2 (dua) handuk dan 2 (dua) baskom yang berbeda. Mengapa? Agar kuman dari mata tidak berpindah-pindah antara kedua mata.
3. Jika Anda menggunakan tisu untuk melap mata merah Anda, segera buang tisu tersebut agar kumannya tidak terpapar di meja yang mungkin akan dipegang oleh orang lain.
4. Banyak istirahat. Ketika host semakin sehat, maka kuman akan semakin cepat mati karena dilawan oleh sistem kekebalan tubuh dan reaksi obat. Memaksakan diri bekerja saat sedang terkena AHC sama dengan membiarkan penyakit ini sembuh lebih lama.
5. Sebaiknya jangan gunakan make up apabila Anda terkena AHC, agar tidak memperburuk peradangan.
6. Ketika beristirahat di rumah, jangan paksakan mata Anda untuk beraktivitas berat seperti main game atau melanjutkan pekerjaan kantor di laptop.

Continue

Diterbitkan Minggu, 17 Juni 2007 Tak Berkategori 52 Komentar - komentar
Tag:alam, artikel, belajar, diri, dunia, herbal, hidup, indonesia, kesehatan, manusia, masyarakat, obat, pengalaman, tips dan trik, yogyakarta

PERINGATAN!!! Tulisan ini merupakan tulisan awal saya mengenai obat-obatan tradisional maupun hal-hal yang menyangkut tips kesehatan atau mengatasi penyakit lainnya. Kemanjuran maupun keefektifan dari penggunaan obat atau tips ini hanyalah bersumber dari pengalaman saya saja serta pengetahuan yang diturunkan secara mulut-ke mulut. Disini saya ingin menekankan, juga untuk tulisan-tulisan saya selanjutnya yang berhubungan dengan obat-obatan tradisional maupun tips kesehatan lainnya, bahwa tips kesehatan lewat Obat Tradisional maupun yang lainnya ini dan nanti, tidak saya dasarkan melalui penelitian ilmiah khas laboratorium. Jadi ingin saya tekankan juga, efek samping yang mungkin terjadi karena penggunaan obat-obatan maupun yang lainnya ini tidak teruji secara ilmiah. Saya menyatakan tidak bertanggung jawab atas semua hal yang terjadi jika nanti ternyata apa yang saya nyatakan dan tuliskan mengenai obat-obatan dan tips yang lainnya ini berefek negatif bagi anda. Mohon dibaca baik baik Peringatan ini.

Kebetulan di rumah bapak ibu saya terdapat tanaman obat-obatan tradisional. Kalau beberapa orang mungkin menyebutnya sebagai TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Ada benarnya sih pemberian nama TOGA ini. Kadang kala orang juga sering menamai pengetahuan yang bersumber dari keluarga yang sifatnya turun-temurun ini sebagai suatu “kearifan lokal”. Nah, sebagai seorang manusia yang sering terkena penyakit (Normal bukan?), kadang kala atau malah sering kali obat-obatan yang saya pergunakan untuk mengatasi sakit saya berasal dari tumbuh-tumbuhan di sekitar rumah.

Suatu saat saya mengalami yang namanya “kelilipan” atau mata terkena sesuatu benda sedemikian sehingga saya merasa tidak nyaman dengan keadaan tersebut. Kemudian secara reflek saya “mengucek (bahasa jawa)” atau menggosok mata saya tersebut dengan tangan. Sebuah perbuatan yang sangat saya sesali karena kemudian mata saya menjadi merah. Dan apa lacur, tidak hanya merah saja mata saya tetapi mata saya bahkan bengkak dan bola mata saya seperti mau keluar dari rongga mata. Saya ketakutan tentunya menyaksikan mata saya dicermin. Itu tidak terhitung air mata yang telah saya keluarkan karena kejadian itu.

Saya mengadu ke ibu bapak. Sebuah perbuatan yang wajar bukan. Jika anda sakit sebaiknya anda juga melakukan hal seperti saya. Meminta tolong seseorang. Bukan begitu? Ibu saya sehabis saya perlihatkan kondisi mata saya, dengan sedikit kepanikan menyarankan saya untuk memetik beberapa buah daun Sirih yang berada di beranda samping rumah. Kemudian menyuruh saya untuk mencucinya dan kemudian merendamnya dalam air panas. Semua saya lakukan sendiri.

Air yang telah direndami Daun Sirih beberapa lembar tersebut kemudian saya pergunakan untuk membasuh mata saya. Caranya waktu itu mengikuti saran ibu adalah dengan mencelupkan mata saya ke mangkok atau wadah air bersirih tersebut. Tentunya setelah air bersirih tersebut tidak lagi panas betul. Hangat-hangat kuku lah. Atau dingin sekalian juga gak papa.

Anda tahu apa yang terjadi? Beberapa menit kemudian mata merah saya mulai berkurang bengkaknya. Beberapa kali saya disuruh oleh ibu untuk mengulangi apa yang saya lakukan sebelumnya yaitu mencelupkan mata merah iritasi tersebut ke rendaman air daun sirih. Dan dalam satu hari setelah saya melakukan pengobatan tradisional itu, secara mengagumkan mata saya sudah tidak bengkak dan merah lagi.

Ringkasan mengatasi mata merah iritasi:

Petik beberapa lembar daun sirih
Rendam daun sirih dalam air panas
Tunggu sampai rendaman agak dingin atau dingin
Celupkan mata anda ke dalam rendaman
Ulangi sampai beberapa kali

Semoga saja pengalaman saya ini bermanfaat.

Continue

Anda mungkin pernah mengalami mata merah, gatal, berair, dan iritasi. Berbagai produk tetes mata pun kini bertebaran di pasaran. Lalu perlu tidak tetes mata itu ? berbahayakah mata merah itu ?

Mata gatal dan berair dapat diakibatkan oleh infeksi kuman, virus, jamur, mata kering, adanya benda asing di mata, cedera, bahan kimia, atau bisa juga karena alergi. Jadi, tidak semua karena kuman. Sementara, mata berlendir dan kotor sering disebabkan oleh infeksi pada salah satu selaput mata, yaitu konjungtiva, infeksinya disebut dengan konjungtivitis. Mata merah biasanya terjadi karena melebarnya pembuluh darah. Pelebaran pembuluh darah ini bisa karena infeksi. Selain itu, merahnya mata bisa juga terjadi akibat pecahnya salah satu pembuluh darah mata. Gejala akibat pecahnya pembuluh darah biasanya lebih berat.

Karena penyebabnya banyak, maka jenis penyakitnya pun banyak. Tidak bisa disamaratakan. Salah satu penyakit yang menyebabkan mata merah, kotor, berair, tapi penglihatan normal adalah konjungtivitis.

Konjungtivitis adalah radang yang mengenai selaput lendir yang menutupi belakang kelopak dan bola mata. Konjungtivitis biasanya ditandai dengan mata terasa pedas, seperti kelilipan, berair (bisa jernih atau keruh), lengket di kelopak terutama di pagi hari, gatal, mata merah, tidak silau, dan penglihatan tidak kabur.

Konjungtivitis ini dibagi lagi dalam beberapa tipe menurut penyebabnya. Gejala-gejala dari setiap tipe berbeda-beda. Seperti dapat dilihat di bawah ini:

1. Karena Virus, gejalanya:
Gatal: Minim
Merah: Umumnya
Air mata: Banyak
Keruh/nanah: Minim
Sakit tenggorok dan panas yang menyertai: Kadang-kadang
2. Karena bakteri, gejalanya:
Gatal: Minim
Merah: Umumnya
Air mata: Sedang
Keruh/nanah: Mengucur
Sakit tenggorok dan panas yang menyertai: Kadang-kadang
3. Karena Klamidia (jamur), gejalanya:
Gatal: Minim
Merah: Umumnya
Air mata: Sedang
Keruh/nanah: Mengucur
Sakit tenggorok dan panas yang menyertai: Tidak pernah
4. Karena alergi, gejalanya:
Gatal: Hebat
Merah: Umumnya
Air mata: Sedang
Keruh/nanah: Minim
Sakit tenggorok dan panas yang menyertai: Tidak pernah

Dapat juga terjadi akibat penyakit GO (Gonore). Konjungtivitis gonore ini dapat menyerang bayi yang ditularkan dari ibunya sendiri sewaktu proses persalinan. Dapat juga pada orang dewasa dari penularan penyakit kelaminnya sendiri.

Konjungtivitis jenis virus atau bakteri ditularkan melalui mengucek mata dengan tangan yang tercemar. Seringkali tanpa sadar kita mengucek mata tanpa memperhatikan kebersihan tangan kita. Tidak semua kuman yang masuk menyebabkan radang mata karena terdapat air mata yang berfungsi untuk membunuh kuman. Infeksi dapat terjadi bila kondisi tubuh kurang fit atau jumlah kuman yang masuk banyak dan cukup kuat untuk menyebabkan penyakit. Untuk itu, kebersihan tangan perlu diperhatikan kalau mau mengucek mata. Selain itu, penularan dapat pula akibat berenang di kolam berenang.
Untuk pengobatan mata merah, jika lebih dari 3 hari dengan tetes mata yang beredar di pasaran tidak sembuh, sebaiknya berkonsultasi ke dokter. Karena beragam tipe dan penyebabnya, pengobatannya pun berbeda. Biasanya dokter akan memberikan obat-obatan seperti antibiotik, steroid, baik berupa tetes, salep, ataupun oral.

Daftar Pustaka

* D. Vaughan, T. Asbury. 1983. General Ophtalmology, 10th ed. Singapore: Maruzen Asian Edition.
* Ilyas, Sidharta, H.H.B. Mailangkay, dkk. 2002. Ilmu Penyakit Mata untuk Dokter Umum dan Mahasiswa Kedokteran, Edisi 2. Jakarta: Sagung Seto.
* Ilyas, Sidharta. 2004. Ilmu Penyakit Mata, Edisi 3. Jakarta: FKUI.
* Lange. 2002. Current Medical Diagnosis & Treatment Revised Annually 2002. McGraw-Hill.
*

Isi terkait:

1. Mata merah tapi tidak perih, kenapa ya? sudah 2 hari mata saya khususnya yang bagian putihnya merah. mohon ......
2. Dikerok, Kok Bisa Merah? Kalau masuk angin ya dikerok aja! Anda pasti sering mendengar kalimat ini. Kenapa sih kalau dikerok jadi merah kulitnya? Kenapa...
3. Hati-hati Mengucek Mata Mengucek mata. Hal ini mungkin sering dilakukan tanpa sadar saat mengantuk, bosan, atau mata gatal atau lelah. Tapi ternyata mengucek...
4. Mata Merah: Perlukah Memakai Obat Tetes Mata? Ada suatu pernyataan yang menyatakan jikalau mata kita mengalami iritasi ringan, sebaiknya kita menggunakan obat tetes mata. Benarkah pernyataan tersebut?...
5. Hewan Peliharaan! Lucu Sih Tapi Kok Jadi Flu? Memelihara binatang dipercaya dapat mengurangi stress atau kepenatan sehari-hari. Tapi kok setelah memelihara malah sering flu dan bersin-bersin? Ada apa...

Continue

Penyakit mata merah alias belekan sering mewabah di beberapa daerah. Pangkal
sebabnya cukup jelas : virus. Kalau hanya virus memang tidak apa-apa.Tapi
ketika virus menyerang seseorang yang sedang lemah, kondisi fisiknya, maka
infeksinya akan berbahaya karena ditunggangi kuman.

Gara-gara ditunggangi kuman, penyakit mata merah menjadi bengkak, merah membara,
disertai rasa nyeri pada bola mata. Ketika menjadi infeksi, produksi tahi
mata (belek) bertambah. Saat bangun tidur, penderita bahkan sulit membuka
matanya. Banyak kotoran di seputar tepi kelopak mata. Proses ini berlangsung
cepat, menyebabkan penglihatan kabur dan terasa ada ganjalan di bola mata.

Sangat menular

Penyakit mata merah sangat menular. Semua alat yang dipakai dan menyentuh
mata seperti kaca mata, sapu tangan, handuk, lensa kontak, perias mata, mejadi
sumber penular. Tanpa sadar penularan bisa berlangsung lewat jemari tangan
yang sudah tercemar kuman atau virus.

Orang yang pekerjaannya banyak memegang uang, misalnya kasir, mudah tertular
infeksi mata. Kalau salah seorang anggota keluarga ada yang terkena penyakit
ini, maka anggota lain dalam keluarga mudah terkena.

Virus penyakit mata merah ini bertebaran di udara dan siap hinggap di tempat-tempat
keramaian, seperti terminal, bioskop, dan sekolah atau bekerja. Selain menambah
buruk proses penyakitnya, juga membahayakan orang sekitarnya, sekalipun sudah
berkacamata.

Tak mempan obat warung

Tidak semua infeksi mata perlu diobati jika penyebabnya virus. Namun,
jika penyebabnya kuman, baik sejak awal maupun kuman yang menunggangi kemudian,
diperlukan antibiotik. Terlebih jika infeksinya oleh trachoma yang komplikasinya
bisa mengakibatkan kebutaan.

Sayangnya, obat tetes mata yang bisa dibeli di warung tidak mampu menyembuhkan.
Banyak pasien tertunda penyembuhannya karena mengandalkan obat mata asal warung.

Obat mata warung hanya membersihkan bola mata dari polusi debu dan iritasi,
tapi tidak membunuh bibit penyakit. Lebih-lebih jika penyakitnya jamur. Perlu
jenis obat khusus, baik yang mengandung anti jamur – selain antibiotik
baik dalam bentuk salep atau tetes.

Apa perbedaan salep dengan tetes? Untuk penyakit infeksi mata yang berat,
daya kerja salep lebih bertahan lama. Sebab, sesuai bentuknya obat berbentuk
salep
lebih mudah menempel dan bertahan lama pada selaput lendir mata di bandingkan
dengan obat tetes. Obat tetes lekas habis masa kerjanya karena mudah mengalir
ke luar lagi bersama air mata.

Untuk itu kalau memakai obat tetes, perlu pemberian obat tetes lebih sering
dibandingkan dengan pemakaian salep, mungkin setiap 3 – 4 jam sekali.
Atau bisa lebih dari itu, sesuai tingkat keparahan infeksinya.

Salep kurang disukai sebab mengganggu pandangan dan memberikan rasa kurang
enak di mata, selain kurang sedap dipandang. Lagi pula tidak semua pasien
memakai salep mata secara benar. Mereka mengoleskan salep pada selaput lendir
merah kelopak mata, bukan langsung pada biji mata, sehingga berlepotan mengenai
bulu mata. Caranya, mirip dengan cara mengoleskan odol pada sikat gigi. Di
depan cermin, salep dioleskan pada sisi dalam kelopak mata bagian bawah dengan
cara menarik kelopak mata bawah.

Semua obat infeksi mata harus ditebus dengan resep dokter. Tidak semua penyakit
mata merah sama penyebabnya dan sama pula obatnya. Pemakaian obat mata sembarangan
bisa membehayakan mata. Untuk infeksi mata yang dinilai parah, dokter mempertimbangkan
pemberian obat minum, selain salep atau obat tetes mata.

Obat mata yang diresepkan dokter banyak jenisnya. Kandungan obatnya pun beraneka.
Selain ada berbagai pilihan jenis antibiotiknya, ada obat mata yang berisi
tambahan obat kostikosteroid. Obat ini dipilih untuk membantu mempercepat
penyembuhan peradangan.

Namun, tidak semua penyakit mata merah boleh memakai obat mata yang mengandung
bahan ini. Jika penyakit mata sudah mengenai bagian kornea (hitam mata), obat
jenis ini tidak boleh dipakai. Begitu juga jika penyakit mata merah disebabkan
oleh virus herpes, ada luka tusukan, atau borok pada kornea. Oleh karena itu,
penderita penyakit mata merah yang kelihatannya sama belum tentu boleh memakai
obat mata yang sama.

Tidak semua karena infeksi

Benar, tidak semua mata merah disebabkan oleh infeksi. Mungkin juga suatu
glaucoma (meningkatnya tekanan didalam bola mata sehingga merusak pandangan
dan berakhir dengan kebutaan). Atau bisa pula alergi mata, peradangan tirai
mata, atau akibat penyakit otoimun pada mata.

Bedanya, pada infeksi mata disertai dengan keluhan dan gejala infeksi umumnya,
seperti demam, tidak enak badan, rasa nyeri pada mata, ada peradangan pada
bola mata dan kelopaknya, disertai dengan bertambah banyaknya kotoran mata.
Sedangkan pada bukan infeksi mata, gejala dan tanda infeksi itu tidak ada.
Yang terlihat adalah sama-sama merahnya.

Mata merah karena alergi biasanya hilang timbul dan sudah berlangsung lama
disertairasa gatal dan mereda jika tidak kontak dengan debu, angin, atau serbuk
allergen lainnya. Pasien sendiri harus melacak faktor pencetus alergi pada
bola matanya, termasuk apakah faktor itu akibat kosmetik perias mata yang
tidak cocok.

Pengidap TBC, campak, difteria, cacingan pun dapat memperlihatkan gejala
mata merah. Tapi tentu tidak sembuh dengan obat antibiotik karena harus di
sembuhkan dulu penyakit yang jadi akar penyebabnya.<

Continue

Mata merah atau belekan merupakan penyakit yang tidak pandang usia. Anak kecil hingga orang tua bisa terkena penyakit ini. Belekan merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, dan terkadang virus tersebut juga ditunggangi oleh kuman sehingga terjadi infeksi pada bagian mata. Penderita yang terkena penyakit ini akan merasakan pedih pada matanya, mata menjadi merah dan bengkak, bahkan ketika bangun tidur, si penderita akan kesulitan untuk membuka matanya, karena terdapat banyak kotoran di seputar kelopak matanya. Sehingga pandangan menjadi kabur dan terasa ada ganjalan pada bola mata.

Penyakit ini sangat menular, media penularannya biasanya melalui benda-benda yang dipakai atau bersentuhan dengan mata si penderita, seperti kacamata, handuk, sapu tangan, dll. Bahkan penularannya juga bisa melalui jari tangan, apabila si penderita mengusap matanya dengan tangan, sehingga tangannya tercemar virus. Sehingga tidak mengherankan, apabila ada salah satu anggota keluarga yang terkena penyakit ini, maka anggota keluarga yang lain akan sangat mudah tertular.

Si penderita untuk sementara harus berhenti beraktivitas, seperti sekolah dan bekerja. Karena virus ini dapat bertebaran di udara dan bisa hingga di mana saja, dan kondisi lingkungan yang berdebu dan berpolusi dapat memperparah penyakit dan bisa membahayakan orang di sekitarnya.

Virus penyakit ini biasanya ada di tempat-tempat yang kumuh, seperti percikan air banjir. Hindari memegang dan mengucek mata jika terasa gatal. Dan hindari juga kontak langsung dengan si penderita.

Pengobatan

Tidak semua infeksi mata perlu diobati jika penyebabnya virus. Namun, jika penyebabnya kuman, baik sejak awal maupun kuman yang menunggangi kemudian, diperlukan antibiotika. Terlebih jika infeksinya oleh trachoma yang komplikasinya bisa mengakibatkan kebutaan.

Ada dua macam obat untuk penyakit ini, salep dan tetes. Untuk penyakit infeksi mata yang berat, daya kerja salep lebih bertahan lama. Sebab, sesuai bentuknya, obat berbentuk salep lebih mudah menempel dan bertahan lama pada selaput lendir mata dibandingkan dengan obat tetes. Obat tetes lekas habis masa kerjanya karena mudah mengalir keluar lagi bersama air mata. Sehingga obat tetes lebih sering dipakai daripada obat berbentuk salep, mungkin setiap 3 - 4 jam sekali. Atau bisa lebih dari itu, sesuai tingkat keparahan infeksinya.

Salep kurang disukai sebab mengganggu pandangan dan memberikan rasa kurang enak di mata, selain kurang sedap dipandang. Lagi pula tidak semua pasien memakai salep mata secara benar. Mereka mengoleskan salep pada selaput lendir merah kelopak mata, bukan langsung pada biji mata, sehingga berlepotan mengenai bulu mata. Caranya mirip dengan cara mengoleskan odol pada sikat gigi. Di depan cermin, salep dioleskan pada sisi dalam kelopak mata bagian bawah dengan cara menarik kelopak mata bawah.

Belilah obat infeksi mata sesuai dengan resep dokter, karena obat mata yang ada dipasaran belum bisa sampai membunuh bibit-bibit penyakitnya dan tidak semua penyakit mata merah sama penyebabnya dan sama pula obatnya. Pemakaian obat mata sembarangan bisa membahayakan mata. Untuk infeksi mata yang dinilai parah, dokter mempertimbangkan pemberian obat minum, selain salep atau obat tetes mata.



http://www.indoforum.org/showthread.php?t=38707

Continue

Gejala-gejala yang berhubungan dengan mata termasuk gatal, panas ("terbakar"), berair dan kemerah-merahan. Penyakit-penyakit alergi dan nonalergi seperti infeksi-infeksi virus dan bakteri dapat memicu gejala-gejala ini. Orang-orang dengan diabetes lebih rentan terhadap penyakit-penyakit mata. Kelainan-kelainan ini termasuk retinopati diabetes (diabetic retinopathy), glaucoma dan katarak. Tes-tes diagnose termasuk pemeriksaan pupil yang terbelalak (dilated pupil exam), fundoscopy dan fluorescein angiography.
Gejala-Gejala Yang Berhubungan Dengan Mata

Gejala-gejala yang berhubungan dengan mata mengiringi banyak tipe-tipe berbeda dari kondisi-kondisi alergi dan nonalergi (termasuk infeksi-infeksi virus-virus dan bakteri-bakteri). Mereka adalah gejala-gejala yang paling umum yang berhubungan dengan alergi-alergi musiman dan tipe-tipe lain dari reaksi-reaksi alergi.

Beberapa dari gejala-gejala yang berhubungan dengan mata yang paling umum diasosiasikan denga alergi-alergi termasuk:

* Mata-Mata Berair. Airmata membantu melumasi mata-mata dan mengeluarkan benda-benda asing dan partikel-partikel. Bagaimanapun, pada beberapa kasus-kasus mata-mata memproduksi jumlah airmata yang berlebihan atau mengalirkan dengan tidak sesuai. Mata-mata dapat berair untuk beberapa sebab-sebab, termasuk kehadiran dari alergi-alergi. Sumber-sumber lain dari mata-mata yang berair termasuk saluran-saluran airmata yang tersumbat atau iritasi yang disebabkan oleh bermacam-macam faktor-faktor (seperti kekeringan, benda-benda asing).
* Gatal-Gatal dan Rasa Terbakar. Histamine dan kimia-kimia lainnya yang dilepaskan sewaktu suatu reaksi alergi, menghasilkan gejala-gejala ini. Infeksi-infeksi virus dan bakteri juga dapat menyebabkan gejala-gejala ini, seperti juga paparan pada bahan-bahan pengotor (pollutants) seperti asap rokok atau bahan-bahan pengotor industri.
* Kemerah-merahan. Suatu mata yang sehat seharusnya mempunyai pembuluh-pembuluh darah merah yang terlihat (visible). Bagaimanapun, kemerah-merahan yang kronis dan berlebihan adalah suatu tanda bahwa mata-mata teriritasi, kemungkinan oleh suatu alergi. Faktor-faktor lain, seperti batuk yang berlebihan, juga dapat menyebabkan gejala ini.
* Lingkaran-Lingkaran Hitam Sekeliling Mata-Mata. Kadangkala dikenal sebagai "mata biru alergi" ("allergic shiners"), mereka adalah akibat dari menggosok dan menggaruk yang terus menerus dari kulit, yang menyebabkan suatu efek penggelapan.
* Kepekaan Cahaya (photophobia). Ini adalah suatu ketidakmampuan seseorang untuk mentoleransi cahaya, terutama cahaya terang. Ini dapat dihubungkan pada alergi-alergi atau suatu kondisi yang lebih serius, seperti uveitis, mata kering atau katarak.
* Pembengkakkan Kelopak Mata.

Gejala-gejala berhubungan dengan mata dapt mengindikasikan suatu kondisi yang memerlukan perawatan darurat segera. Gejala-gejala lain mungkin tidak memerlukan perhatian segera dari dokter.

Seseorang harus segera menilpon 911 atau mencari perawatan medis segera dari seorang dokter mata (ophthalmologist) untuk gejala-gejala berikut:

* Tipe apa saja dari luka menusuk
* Sakit kepala bergandengan dengan penglihatan kabur atau kebingungan
* Mual dan muntah dihubungkan dengan nyeri mata dan penglihatan kabur

Seseorang harus merencanakan suatu perjanjian dengan seorang dokter mata (ophthalmologist) jika mengalami gejala-gejala berikut:

* Mata yang merah lebih lama dari satu atau dua hari
* Nyeri mata dan/atau perubahan-perubahan penglihatan
* Kehadiran dari objek-objek didalam mata
* Kepekaan cahaya (photophobia)
* Kuning, kehijauan atau kotoran berlebihan dari mata

Pasien-pasien yang meminum antikoagulasi (anticoagulants) juga harus menghubungi dokter-dokter mereka ketika gejala-gejala berhubungan dengan mata berkembang.

Continue

About me

Foto Saya
Tanpa cintanya, aku tidak dapat berbuat apa-apa, dengan cintanya, tidak ada yang tidak dapat aku lakukan. Without His love I can do nothing, with His love there is nothing I cannot do.

Network